IMG-20260317-WA0010
SAVE_20260320_152734
CitizenGaya HidupKesehatanOpini

Kesalahan Logika Perokok

×

Kesalahan Logika Perokok

Sebarkan artikel ini

Negara-negara maju lainnya juga mempunyai
kebijakan yang mirip mengenai pembatasan merokok. Upaya negara maju ini untuk
meminimalisir penggunaan tembakau dan penyebaran asap rokok ditempat umum bukan bentuk pelarangan.

Negara maju lainnya seperti Jepang, mempunyai komitmen yang
kuat mengenai aturan merokok. Bila mendengar cerita orang Indonesia yang pernah pergi ke Negeri Sakura ini, maka akan tahu pengalamannya kalau ada orang yang
merokok ditempat umum maka akan didatangi petugas semacam satgas. Jepang memberdayakan petugas untuk menjaga udara segar tetap utuh disana. Pelanggar yang merokok akan diminta untuk segera mematikan rokoknya apabila diketahui oleh petugas yang memakai rompi ini.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Indonesia memiliki kebijakan yang sama
hanya saja penerapannya yang masih sulit diimplementasikan. Di Indonesia
merokok ditempat umum masih banyak terjadi. Walau sudah ditetapkan sebagai area
bebas asap rokok, tidak ada yang berani menegur pelanggaran tersebut. Indonesia
juga tidak memiliki petugas khusus untuk menjaga kawasan tanpa asap rokok ini.
Aturan denda untuk pelanggar di Indonesia juga masih belum maksimal ditegakkan.

Bahkan orang Indonesia mengganggap perilaku merokok ditempat umum ini bukan sesuatu yang penting. Menormalisasikan kebiasaan buruk perokok ini telah membentuk karakter buruk perokok. Karakter buruk perokok yang tidak berempati kepada orang d isekitarnya, tidak memiliki etika dalam bersosialisasi yang baik karena mengganggu kenyamanan orang lain.

Degradasi etika perokok ini telah membuat
para perokok cacat logika. Cacat logika atau Logical Fallacy yang terus menerus
diabaikan ini tatkala menjadi senjata memanipulasi orang lain. Logical Fallacy
perokok sering terlihat natural sehingga membuat orang lain dengan mudah
menerimanya.

Beberapa diantaranya logical Fallacy dari para perokok yang tampak
terlihat adalah Anecdotal, Argumentum Ad Populum, dan Begging the Question.
Anecdotal dari para perokok sering memberikan bantahan terhadap suatu yang ilmiah dengan memberikan kesimpulan yang tidak ilmiah. Misalnya, kata siapa merokok
berbahaya ? Banyak orangtua yang masih merokok tapi tetap sehat.

Ilustrasi digitalisasi. Foto: Internet.
Opini

Era Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menandai babak baru peradaban. AI tidak hanya mengubah cara manusia

Opini

Di tengah tekanan ekonomi dan naiknya kebutuhan hidup, persoalan pengelolaan keuangan kembali menjadi perhatian. Banyak orang

Ratusan masyarakat antusias mendapatkan sejumlah bahan pokok murah dalam operasi pasar, di Lapangan Gelora, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (22/02/2024) pagi.
Opini

Memasuki tahun baru 2026, kita dihadapkan pada tantangan serius meretas jalan terjal menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan manusia

error: