Gong Xi Fa Chai
Bangka Barat

Klaster Eropa Mentok Digarap, Deddi Wijaya Ajak Publik Beralih dari Pesimis ke Optimis

×

Klaster Eropa Mentok Digarap, Deddi Wijaya Ajak Publik Beralih dari Pesimis ke Optimis

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bangka Barat, Deddi Wijaya. Foto: Istimewa.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bangka Barat, Deddi Wijaya. Foto: Istimewa.

Bupati Bangka Barat, Markus, mengatakan bahwa proyek ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Tentunya kita berharap proyek pembangunan klaster Eropa ini dapat diselesaikan tepat waktu dan tentunya memberikan manfaat kepada masyarakat Bangka Barat,” ujarnya.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ia juga menambahkan bahwa aspek pelestarian tetap menjadi prioritas, mengingat kawasan tersebut termasuk dalam area cagar budaya yang harus dijaga keasliannya.

“Kalau cagar budaya mereka yang tahu kan mana patok yang misalnya tadi tidak boleh dikotak katik. Mereka ahlinya kan makanya kita minta tim pendampingan dari tim cagar budaya,” kata Markus.

Sementara itu, Deddi Wijaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam sikap pesimis terhadap pembangunan ini. Ia menilai perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam setiap proses perubahan.

“Jika ada yang tidak sepaham dengan pembangunan ini ya wajar saja, setiap perubahan itu ada yang mau dan ada yang tidak, mari kita sedikit menggeser sudut pandang, dari hanya mengawasi menjadi ikut mengambil peran. Kawasan ini harus dilihat sebagai peluang bersama, bukan semata tanggung jawab pemerintah,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya perubahan cara pandang masyarakat agar pembangunan ini benar-benar memberikan dampak maksimal.

“Kita sepatutnya optimis bahwa dengan perencanaan yang matang, pengelolaan yang profesional, serta keterlibatan aktif masyarakat, kawasan ini dapat menjadi ikon baru kebangkitan ekonomi Mentok,” lanjutnya.

Lebih jauh, Deddi menyampaikan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi dari hidupnya aktivitas ekonomi di dalamnya.

“Pembangunan ini jangan membuat kita malah menjadi pesimis, justru yang lebih penting adalah memastikan kawasan ini benar-benar hidup, produktif, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan ekonomi lokal,” katanya.

Ia juga mendorong masyarakat untuk menggeser pola pikir dari sekadar mengkritik menjadi ikut terlibat aktif, dari melihat proyek sebagai milik pemerintah menjadi milik bersama, serta dari orientasi jangka pendek ke jangka panjang.

error: