BANGKA BARAT – Rencana besar penataan kawasan klaster Eropa di Kecamatan Mentok mulai mendapat perhatian luas, tidak hanya dari pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga dari legislatif.
Proyek yang digadang-gadang menjadi wajah baru pariwisata ini dinilai sebagai momentum penting untuk menggerakkan ekonomi lokal di tengah berbagai keterbatasan anggaran.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Bangka Barat, Deddi Wijaya, menilai pembangunan tersebut sebagai langkah progresif yang patut diapresiasi.
Ia menegaskan, hadirnya dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjadi sinyal kuat bahwa proyek ini memiliki arah yang jelas dan fondasi yang serius.
“Pembangunan ini merupakan langkah maju yang patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata dan pelestarian kawasan bersejarah,” ujar Deddi, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami defisit serta kebijakan efisiensi anggaran secara nasional, Bangka Barat justru mampu mendapatkan alokasi pembangunan yang cukup besar dari pemerintah pusat.
“Tentunya kita harus apresiasi di situasi dan kondisi Pemerintah Bangka Barat defisit, Pemerintah Pusat gencarnya efisiensi anggaran seluruh daerah tetapi Bangka Barat mendapatkan perhatian dan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat anggaran pembangunan yang cukup besar, ini juga menunjukkan bahwa proyek ini memiliki fondasi yang kuat dan perhatian serius dari pemerintah pusat,” tuturnya.
Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat sendiri terus mematangkan persiapan proyek. Penataan klaster Eropa akan difokuskan di kawasan Lapangan Gelora dan Taman Lokomobil Mentok, yang terintegrasi dengan kawasan bersejarah, termasuk Monumen Soekarno-Hatta.
Proyek dengan nilai kontrak Rp22,7 miliar ini dijadwalkan berlangsung selama delapan bulan, mulai April hingga Desember 2026, dan dikerjakan oleh PT Diatasa Jaya Mandiri. Sejumlah fasilitas modern seperti amphiteater, visitor centre, area kuliner, hingga jalur pedestrian akan melengkapi kawasan tersebut.














