Setelah dinyatakan aman, korban dipindahkan ke atas RIB Basarnas sekitar pukul 05.00 WIB. Tim SAR kemudian membawa korban menuju Dermaga Tanjung Pandan dengan perjalanan laut sekitar 30 menit.
Setibanya di darat, korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Belitung untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Dengan demikian, operasi evakuasi laut dinyatakan selesai dalam kondisi aman dan lancar.
Keberhasilan operasi tersebut melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, mulai dari personel Pos SAR Beltim dan USS Tanjung Pandan, Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, BKK Belitung, Imigrasi, KSOP Belitung hingga pihak agen kapal.
Mikel Rachman Junika menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas soliditas dan respons cepat dari seluruh unsur Tim SAR Gabungan. Sinergi yang luar biasa antara personel Basarnas, Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, BKK Belitung, Imigrasi, KSOP Belitung, serta agen kapal membuat proses medis evakuasi di tengah laut ini berjalan dengan aman, cepat, dan lancar hingga korban mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengimbau seluruh nakhoda kapal dan pelaku aktivitas pelayaran di wilayah Bangka Belitung agar segera melapor apabila terjadi kondisi darurat di laut.
“Kami menghimbau kepada seluruh nakhoda dan agen pelayaran agar tidak ragu dan segera menghubungi Basarnas Command Center (BCC) atau Kantor SAR terdekat apabila mengalami kondisi darurat medis maupun kecelakaan di atas kapal. Kecepatan pelaporan sangat menentukan keberhasilan dan keselamatan nyawa korban, response time adalah kunci. Selain itu, kami juga mengingatkan agar selalu memantau update informasi cuaca dari BMKG sebelum dan selama berlayar demi keselamatan bersama,” tegasnya.















