HUT BABAR 2026 (4X6)..
IMG-20260526-WA0000
Opini

Tindakan Represif: Apakah Masih Relevan di Lingkungan Pendidikan?

×

Tindakan Represif: Apakah Masih Relevan di Lingkungan Pendidikan?

Sebarkan artikel ini
Pelajar SMA di Bangka Barat. Foto: Rizki Ramadhani.
Pelajar SMA di Bangka Barat. Foto: Rizki Ramadhani.

Namun, kondisi tersebut telah banyak berubah. Di era digital, informasi dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja. Siswa tidak hanya memiliki pengetahuan yang lebih luas, tetapi juga semakin memahami hak dan kewajiban mereka sebagai peserta didik.

Perkembangan ini membuat generasi muda lebih kritis terhadap berbagai bentuk perlakuan yang mereka terima. Akibatnya, pendekatan yang mengandalkan rasa takut tidak lagi menjadi solusi yang efektif.

APPLY
Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sebaliknya, cara tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis, menurunkan kepercayaan diri, bahkan menciptakan trauma yang berdampak pada proses belajar siswa.

Oleh karena itu, dunia pendidikan membutuhkan pendekatan yang lebih manusiawi dan edukatif. Salah satu alternatif yang banyak dikembangkan adalah restorative justice. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemulihan hubungan dan perbaikan dampak yang ditimbulkan oleh suatu pelanggaran.

Melalui dialog dan refleksi, siswa diajak memahami konsekuensi dari perbuatannya secara lebih mendalam. Dengan demikian, kesadaran yang terbentuk berasal dari pemahaman dan tanggung jawab, bukan semata-mata karena takut terhadap hukuman.

Selain restorative justice, sekolah juga dapat menerapkan pendekatan preventif melalui pendidikan karakter dan sosialisasi aturan sejak dini. Pendekatan positif yang memberikan apresiasi terhadap perilaku baik juga terbukti mampu mendorong siswa untuk lebih disiplin.

Layanan konseling pun memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami penyebab perilaku mereka serta menemukan solusi yang tepat. Berbagai pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun perubahan perilaku yang berkelanjutan dibandingkan hukuman yang bersifat menekan.

Meski demikian, tindakan represif tidak harus dihapuskan sepenuhnya dari sistem pendidikan. Sanksi tetap diperlukan sebagai bentuk penegakan aturan dan pengingat bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Namun, penerapannya harus dilakukan secara proporsional, tidak mengandung kekerasan fisik maupun psikologis, serta tetap mengedepankan tujuan pendidikan.

Ilustrasi digitalisasi. Foto: Internet.
Opini

Era Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menandai babak baru peradaban. AI tidak hanya mengubah cara manusia

Opini

Di tengah tekanan ekonomi dan naiknya kebutuhan hidup, persoalan pengelolaan keuangan kembali menjadi perhatian. Banyak orang

Ratusan masyarakat antusias mendapatkan sejumlah bahan pokok murah dalam operasi pasar, di Lapangan Gelora, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (22/02/2024) pagi.
Opini

Memasuki tahun baru 2026, kita dihadapkan pada tantangan serius meretas jalan terjal menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan manusia

error: