<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Opini

Siapa Penjaga Peradaban Digital?

×

Siapa Penjaga Peradaban Digital?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi digitalisasi. Foto: Internet.
Ilustrasi digitalisasi. Foto: Internet.

Penulis: Tjuk Suwarsono, Wartawan

Era Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menandai babak baru peradaban. AI tidak hanya mengubah cara manusia bekerja dan belajar, tetapi juga memengaruhi cara berpikir, berinteraksi, bahkan cara kita beriman.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Di tengah derasnya arus digitalisasi, pendidikan santri diandalkan menjadi penjaga nilai, moral, dan akhlak bangsa. Menjaga tradisi keilmuan Islam yang berakar kuat, sekaligus beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia adalah pondok pesantren. Menurut Gus Dur, lembaga pendidikan ini awalnya mendapatkan sedikit perhatian.

Streen Brink (1994) menyebut, sejak negara merdeka hingga masa Orde Baru, pondok pesantren dipinggirkan, namun tetap mampu bertahan dan bermetamorfosis menjadi lembaga pendidikan tinggi berbentuk ma’had aly, sekolah tinggi, institut, dan universitas.

Buku sejarah masih sedikit yang menulis hal ini. Nurcholish Madjid menyebut pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua yang diharapkan mampu mencetak kiai dan pemimpin keagamaan yang saleh serta dijiwai semangat moral agama.

Namun rimba digital telah tumbuh menggila dan mengepung peran pesantren. Ini menjadi taruhan: apakah pesantren tenggelam dalam gelap rimba, atau bertahan dan menerabas keluar secara kreatif. Penetrasi teknologi digital semakin luas.

Berdasarkan laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bertajuk Profil Internet Indonesia 2025, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 229.428.417 jiwa, meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2023 jumlah pengguna internet sekitar 215 juta jiwa, naik menjadi 221,5 juta jiwa pada 2024. Dalam satu tahun terakhir, jumlahnya bertambah sekitar 8 juta jiwa hingga menembus 229,4 juta pada 2025.

APJII juga mencatat tingkat penetrasi internet mencapai 80,66 persen. Artinya, lebih dari delapan dari sepuluh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 284,43 juta jiwa telah memiliki akses internet.

Survei tersebut mengungkap Generasi Z (lahir 1997–2012) menjadi kelompok paling dominan pengguna internet dengan kontribusi 25,54 persen, disusul Generasi Milenial (25,17 persen), dan Generasi Alpha (23,19 persen).

Opini

Di tengah tekanan ekonomi dan naiknya kebutuhan hidup, persoalan pengelolaan keuangan kembali menjadi perhatian. Banyak orang

Ratusan masyarakat antusias mendapatkan sejumlah bahan pokok murah dalam operasi pasar, di Lapangan Gelora, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (22/02/2024) pagi.
Opini

Memasuki tahun baru 2026, kita dihadapkan pada tantangan serius meretas jalan terjal menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan manusia

error: