Dominasi generasi muda ini menunjukkan bahwa pertumbuhan internet di Indonesia sangat dipengaruhi oleh digital native, generasi yang tumbuh bersama teknologi.
Pengguna internet di wilayah urban masih dominan dengan tingkat penetrasi 83,56 persen, sementara wilayah rural mencapai 76,96 persen. Kesenjangan ini mulai menyempit seiring meningkatnya infrastruktur telekomunikasi, terutama jaringan 4G dan perluasan fiber optik.
Data lain dari We Are Social (2024) menyebut pengguna internet di Indonesia mencapai 224 juta orang atau sekitar 80 persen populasi, dengan rata-rata waktu penggunaan internet 7 jam 42 menit per hari. Lebih dari 191 juta orang aktif di media sosial, menunjukkan kuatnya pengaruh dunia digital terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat.
Di sinilah tantangannya. Santri yang identik dengan kesederhanaan, kedalaman ilmu agama, dan kedisiplinan spiritual kini dihadapkan pada tantangan baru: menjadi generasi melek digital tanpa kehilangan akar moralitas.
Media sosial membuka ruang kebebasan berekspresi tanpa batas, namun juga memberi peluang penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan degradasi moral. Fenomena ini menuntut santri tidak hanya mampu membaca kitab kuning, tetapi juga “kitab digital”—memahami algoritma, literasi informasi, dan etika bermedia.
Konsep smart pesantren diharapkan memadukan nilai-nilai tradisional Islam dengan kemampuan digital. Kementerian Agama (2023) mencatat lebih dari 36.000 pesantren di Indonesia dengan sekitar 5 juta santri.
Jika separuh saja memiliki literasi digital yang baik, pesantren dapat menjadi kekuatan moral dan intelektual baru di ruang digital nasional.
Sejumlah pesantren seperti Tebuireng, Gontor, dan Al-Amien mengembangkan program pelatihan literasi digital. Pesantren di Jawa Timur dan Yogyakarta juga membentuk tim dakwah siber yang menyebarkan dakwah secara santun dan moderat melalui media sosial.
AI membawa efisiensi luar biasa, tetapi juga memunculkan kesenjangan moral. Mesin belajar dari data, bukan nilai. AI dapat meniru perilaku manusia, namun tidak dapat meniru akhlak.
















