Opini

Anemia pada Ibu Hamil: Masalah Kesehatan yang Masih Dianggap Sepele

66
×

Anemia pada Ibu Hamil: Masalah Kesehatan yang Masih Dianggap Sepele

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi orang hamil. Foto: Internet
Ilustrasi orang hamil. Foto: Internet

Penulis: Restu Sila Utami, AM. Keb, Bidan Poned Puskesmas Simpang Teritip

Anemia pada ibu hamil hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan yang kurang mendapat perhatian serius dari masyarakat. Banyak orang memandang kondisi ini sebagai hal yang biasa terjadi selama kehamilan.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Istilah “kurang darah” sering dianggap tidak berbahaya, bahkan dianggap akan pulih dengan sendirinya. Pandangan semacam ini justru berisiko, karena anemia pada masa kehamilan dapat berdampak besar bagi kesehatan ibu maupun bayi yang sedang dikandung.

Secara umum, anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan kadar hemoglobin atau sel darah merah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anemia diartikan sebagai penyakit akibat rendahnya kadar hemoglobin di dalam darah.

Hemoglobin memiliki peran penting dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh. Pada ibu hamil, peran ini menjadi semakin krusial karena oksigen tidak hanya dibutuhkan oleh tubuh ibu, tetapi juga oleh janin yang sedang berkembang di dalam kandungan.

Selama masa kehamilan, kebutuhan tubuh akan sel darah merah meningkat. Ibu hamil memerlukan hemoglobin dalam jumlah lebih besar untuk menunjang pertumbuhan janin dan menjaga kondisi fisik tetap optimal.

Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, pasokan oksigen ke jaringan tubuh menjadi berkurang. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan ibu secara keseluruhan dan berdampak langsung pada perkembangan janin.

Berdasarkan faktor penyebabnya, anemia pada ibu hamil dibedakan menjadi tiga jenis. Jenis pertama adalah anemia defisiensi besi. Anemia ini terjadi akibat kekurangan zat besi, yang merupakan unsur utama dalam pembentukan sel darah merah. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh tidak mampu memproduksi hemoglobin secara optimal.

Jenis kedua adalah anemia defisiensi vitamin B12. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya asupan vitamin B12 yang berperan dalam proses penyerapan nutrisi. Kekurangan vitamin B12 dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi karena nutrisi yang masuk ke tubuh ibu tidak terserap dengan baik.

Opini

Di tengah tekanan ekonomi dan naiknya kebutuhan hidup, persoalan pengelolaan keuangan kembali menjadi perhatian. Banyak orang

Ratusan masyarakat antusias mendapatkan sejumlah bahan pokok murah dalam operasi pasar, di Lapangan Gelora, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (22/02/2024) pagi.
Opini

Memasuki tahun baru 2026, kita dihadapkan pada tantangan serius meretas jalan terjal menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan manusia

error: