Kondisi ini akan menjadi lebih berbahaya jika ibu sudah mengalami anemia sebelumnya. Rendahnya kadar hemoglobin menyebabkan darah tidak mampu mengantarkan oksigen secara optimal.
Akibatnya, otot rahim menjadi lemah dan sulit berkontraksi untuk menutup pembuluh darah yang terbuka setelah persalinan. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya perdarahan pasca persalinan, yang merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu.
Dampak anemia juga sangat besar bagi bayi. Salah satu risiko yang sering terjadi adalah kelahiran prematur. Bayi yang lahir sebelum waktunya umumnya memiliki berat badan lahir rendah. Padahal, bayi yang lahir normal sesuai usia kehamilan seharusnya memiliki berat minimal 2.500 gram.
Bayi dengan berat badan lahir rendah lebih rentan mengalami infeksi dan gangguan kesehatan lainnya. Selain itu, kekurangan oksigen selama masa kehamilan dapat memengaruhi perkembangan otak bayi. Jika kondisi ini dibiarkan, bayi berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif, motorik, dan sensorik.
Dalam kondisi yang lebih serius, anemia pada ibu hamil yang tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat meningkatkan risiko kematian janin maupun bayi. Hal ini menunjukkan bahwa anemia bukanlah masalah sepele, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan ibu dan anak.
Padahal, anemia pada ibu hamil sebenarnya dapat dicegah dan diatasi. Salah satu langkah penting adalah dengan memperhatikan pola makan. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, seperti daging merah, daging ayam, sayuran hijau seperti bayam, kacang-kacangan, dan telur.
Selain zat besi, asupan asam folat dan vitamin B12 juga sangat penting. Nutrisi ini dapat diperoleh dari susu dan produk olahannya, tempe, serta tahu. Kombinasi nutrisi yang cukup akan membantu pembentukan sel darah merah secara optimal.
Penyerapan zat besi juga dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi vitamin C, misalnya dari air perasan jeruk. Sebaliknya, ibu hamil sebaiknya menghindari konsumsi teh dan kopi karena minuman tersebut dapat menghambat penyerapan zat besi dari tablet tambah darah.

















