BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bakuda Bangka Belitung
Opini

Anemia pada Ibu Hamil: Masalah Kesehatan yang Masih Dianggap Sepele

×

Anemia pada Ibu Hamil: Masalah Kesehatan yang Masih Dianggap Sepele

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi orang hamil. Foto: Internet
Ilustrasi orang hamil. Foto: Internet

Jenis ketiga adalah anemia defisiensi asam folat. Asam folat memiliki fungsi penting dalam pembentukan protein baru yang dibutuhkan untuk menghasilkan sel darah merah. Kekurangan asam folat selama kehamilan dapat memperburuk kondisi anemia dan meningkatkan risiko komplikasi.

Selain berdasarkan penyebab, anemia pada ibu hamil juga diklasifikasikan menurut tingkat keparahannya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anemia ringan ditandai dengan kadar hemoglobin antara 10 hingga 11,9 gram per desiliter.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Anemia sedang memiliki kadar hemoglobin 8,0 hingga 9,9 gram per desiliter. Sementara itu, anemia berat terjadi ketika kadar hemoglobin berada di bawah 8,0 gram per desiliter.

Untuk mengetahui kadar hemoglobin, ibu hamil perlu menjalani pemeriksaan laboratorium melalui pengambilan sampel darah. Dalam praktik pelayanan kesehatan, pemeriksaan Hb biasanya dilakukan satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua, dan tiga kali pada trimester ketiga. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan mendeteksi anemia sejak dini.

Sayangnya, banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami anemia. Gejala yang muncul sering kali dianggap sebagai keluhan biasa selama kehamilan. Rasa mudah lelah dan lemas merupakan salah satu tanda paling umum, yang terjadi akibat kurangnya pasokan oksigen ke seluruh tubuh.

Gejala lain yang sering muncul adalah pusing atau sakit kepala. Kondisi ini biasanya dirasakan saat ibu hamil berdiri setelah sebelumnya duduk atau berbaring.

Hal tersebut terjadi karena berkurangnya aliran oksigen ke otak. Selain itu, napas yang terasa pendek dan cepat juga menjadi tanda bahwa tubuh sedang berusaha mengkompensasi kekurangan oksigen dengan meningkatkan laju pernapasan.

Perubahan warna kulit juga dapat menjadi petunjuk adanya anemia. Kulit, kuku, dan bagian kaki yang tampak pucat merupakan ciri klasik penderita anemia. Pucat terjadi karena berkurangnya pigmen darah sehat di dalam tubuh.

Apabila anemia tidak ditangani dengan baik, risiko komplikasi dapat meningkat, terutama pada ibu. Saat proses persalinan, ibu hamil secara alami akan kehilangan darah.

Ilustrasi digitalisasi. Foto: Internet.
Opini

Era Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menandai babak baru peradaban. AI tidak hanya mengubah cara manusia

Opini

Di tengah tekanan ekonomi dan naiknya kebutuhan hidup, persoalan pengelolaan keuangan kembali menjadi perhatian. Banyak orang

Ratusan masyarakat antusias mendapatkan sejumlah bahan pokok murah dalam operasi pasar, di Lapangan Gelora, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (22/02/2024) pagi.
Opini

Memasuki tahun baru 2026, kita dihadapkan pada tantangan serius meretas jalan terjal menuju Indonesia Emas 2045. Pembangunan manusia

error: