Selain memperkuat koordinasi antarpolda, Polda Babel juga meminta asistensi dan petunjuk dari Bareskrim Polri serta Divisi Hubungan Internasional (Div Hubinter) Polri. Langkah tersebut berkaitan dengan upaya membangun kerja sama dengan pihak Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM).
Kebutuhan koordinasi lintas negara menjadi perhatian karena dalam sejumlah pengungkapan kasus oleh PDRM, ditemukan timah ilegal yang diamankan di Malaysia diduga berasal dari pengiriman melalui Bangka Belitung.
Agus menegaskan, pengungkapan jaringan penyelundupan timah membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari pencegahan di daerah asal, pengawasan jalur laut dan darat, hingga penindakan terhadap jaringan yang berperan dalam distribusi dan penerimaan komoditas tersebut.
“Dengan adanya pertemuan ini, Bapak Kapolda Bangka Belitung menegaskan komitmennya beserta seluruh jajaran untuk terus memberantas tindak pidana penyelundupan timah yang berpotensi merugikan keuangan negara. Sinergi antar wilayah dan kerja sama lintas negara dinilai menjadi kunci penting dalam menekan praktik ilegal ini kedepannya,” pungkasnya.
Penguatan kerja sama antara Polda Babel, Polda Kepri, dan jajaran kepolisian di wilayah lain diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku. Pengawasan yang terintegrasi juga menjadi penting untuk mencegah timah ilegal keluar dari Bangka Belitung dan masuk ke jaringan perdagangan lintas wilayah maupun luar negeri.












