<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka BaratHukumLokalNews

Kapolda Babel Sowan ke Ketua MUI Jalin Sinergitas

×

Kapolda Babel Sowan ke Ketua MUI Jalin Sinergitas

Sebarkan artikel ini
Irjen Viktor Sihombing.
Irjen Viktor Sihombing.

PANGKALPINANG – Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing melakukan kunjungan ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel, Jumat (7/11/25).

Dari pantauan, kunjungan Irjen Pol Viktor bersama Dir Intelkam dan Kabid Humas ini disambut oleh Ketua MUI Babel KH. Hatamar Rasyid bersama jajarannya.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kapolda Irjen Pol Viktor mengatakan kunjungan silaturahmi ke MUI ini sekaligus wadah memperkenalkan diri sebagai warga baru di Provinsi Bangka Belitung.

“Ini adalah kunjungan perdana Saya ke MUI. Seperti kunjungan-kunjungan ke tempat lainnya juga memperkenalkan diri sebagai warga baru,”kata Irjen Pol Viktor usai kunjungan

Menurut Viktor, sebagai warga baru, dirinya perlu membangun sinergi untuk menunjang tugas Kepolisian dalam menjaga dan memelihara kamtibmas (harkamtibmas).

Tak hanya itu, Viktor menambahkan sinergi yang dibangun ini juga dapat mendukung kesejahteraan masyarakat yang ada di Bangka Belitung.

“Kalau obrolannya tadi, bagaimana sinergitas itu bisa dilaksanakan kedepannya. Hari ini saya bersilaturahmi ke MUI, begitu juga MUI nanti ke kita. Sehingga apabila kedepan ada suatu permasalahan yang perlu diselesaikan bersama itu akan lebih mudah,”pungkasnya.

Sementara, dalam kunjungannya itu, Kapolda Irjen Pol Viktor turut memberikan bantuan berupa material bangunan berupa semen yang diterima langsung oleh Ketua MUI Babel.

Warga Parittiga diserang Buaya. Foto: Istimewa.
Bangka Barat

Warga Bangka Barat Diserang Buaya, Polisi Minta Warga Waspada di Kolong Eks Tambang

Seorang warga Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, diserang seekor buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi ancaman satwa liar di sekitar permukiman.

Korban diketahui bernama Karmin (49), warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru. Ia diserang buaya sekitar pukul 02.50 WIB saat berjalan tidak jauh dari rumahnya.

“Buaya tersebut sudah berada di darat dan langsung menggigit kaki korban. Beruntung korban berhasil melawan menggunakan kayu hingga terlepas, lalu menyelamatkan diri,” kata Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso, Selasa.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kaki. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan. Polisi yang tiba di lokasi tidak lagi menemukan buaya tersebut dan langsung mengevakuasi korban ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” ujar Yos.

Polisi menilai kejadian ini menunjukkan bahwa buaya di kolong bekas tambang tersebut berpotensi masuk ke wilayah permukiman warga dan menimbulkan ancaman serius jika tidak segera ditangani.

Polisi Ambil Langkah Antisipasi
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K., melalui Kasi Humas, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk mengambil langkah cepat dan terukur.

“Polres Bangka Barat langsung memberikan arahan kepada para Kapolsek jajaran agar melakukan pemetaan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat,” tegas Yos.

Selain itu, Polres Bangka Barat juga mendorong pemerintah desa untuk segera berkoordinasi dengan BKSDA dan DLHK Kabupaten Bangka Barat guna menangkap dan memindahkan buaya ke tempat penangkaran, demi mencegah kejadian serupa terulang.

Kasat Polair dan Polsek jajaran juga diminta aktif melakukan pemantauan di wilayah perairan dan kolong eks tambang yang berdekatan dengan pemukiman.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar

Tidak beraktivitas di sekitar kolong eks tambang, terutama pada malam dan dini hari;
Tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya;
Segera melapor kepada pihak kepolisian jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan tidak menganggap remeh potensi bahaya dari satwa liar,” pungkas Yos.

error: