BANGKA BARAT – TNI Angkatan Laut melalui Lanal Bangka Belitung mengerahkan bantuan kemanusiaan berupa alat berat dan logistik untuk mendukung penanganan banjir bandang serta tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
Bantuan tersebut diberangkatkan dari Dermaga Peltim Mentok, Kabupaten Bangka Barat, menuju Lhokseumawe, Aceh. Pengiriman bantuan menggunakan KRI 531 Teluk Gilimanuk diperkirakan menempuh waktu sekitar lima hari pelayaran.
Setibanya di Lhokseumawe, Aceh seluruh muatan tidak langsung berhenti di pelabuhan tujuan akhir, melainkan akan kembali didistribusikan ke titik-titik bencana melalui satuan kewilayahan TNI AL dan instansi terkait di daerah terdampak.
Komandan KRI 531 Teluk Gilimanuk, Letkol Laut (P) Erwin Dwi Febrianto, mengatakan perjalanan laut dilakukan dengan perhitungan matang demi menjamin keselamatan personel dan kelancaran pengiriman bantuan.
“Estimasi pelayaran dari Mentok ke Lhokseumawe sekitar lima hari. Setelah sandar, bantuan akan segera kami serahkan untuk kemudian disalurkan ke lokasi bencana sesuai prioritas kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Pemberangkatan bantuan tersebut dipantau langsung oleh Danlanal Bangka Belitung Kolonel (Mar) Yulindo bersama unsur terkait.
Dalam misi kemanusiaan ini, TNI AL mengirimkan lima unit excavator hasil kolaborasi dengan PT Timah, yang dipersiapkan untuk membantu pembersihan material lumpur, perbaikan akses jalan, serta pemulihan infrastruktur publik.
Selain alat berat, kapal perang TNI AL juga membawa berbagai kebutuhan dasar, di antaranya air minum, bahan makanan, sembako, serta pakaian untuk dewasa dan anak-anak yang akan digunakan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Sementara itu, Erwin menambahkan salah satu tantangan dalam proses pengiriman adalah kondisi dermaga di wilayah tujuan.
“Kendala utama yang kami antisipasi adalah faktor pasang surut air laut di dermaga tempat sandar. Namun seluruh perencanaan telah disiapkan agar proses bongkar muat tetap berjalan aman dan efektif,” jelasnya.














