BANGKA BARAT – PSSI Kabupaten Bangka Barat mulai mematangkan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII tahun 2026. Hal itu dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) PSSI Bangka Barat yang digelar di Hotel Yasmin, Mentok, Sabtu (7/3/2026).
Rapat kerja tersebut menjadi momentum penting bagi pengurus dan pemangku kepentingan sepak bola daerah untuk menyusun langkah konkret dalam membangun tim yang kompetitif. Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar agar sepak bola Bangka Barat mampu meraih prestasi maksimal pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman yang membuka kegiatan tersebut secara langsung menyampaikan target tinggi bagi tim sepak bola Bangka Barat pada Porprov 2026.
Ia berharap kesebelasan Bangka Barat mampu meraih gelar juara pertama. Bahkan, dalam suasana santai ia sempat melontarkan guyonan kepada pengurus PSSI.
“Untuk Porprov harus juara kita, kalau tidak tercapai mengundurkan diri ketua,” ucap Yus, usai membuka Raker PSSI Babar.
Menurut Yus, target tersebut bukan sekadar tekanan, melainkan bentuk motivasi agar pengurus, pelatih dan para pemain benar-benar mempersiapkan diri secara maksimal sejak dini.
Sementara itu Ketua PSSI Bangka Barat, Allani mengaku optimistis mampu memenuhi target yang disampaikan pemerintah daerah. Ia menilai potensi pemain lokal cukup besar untuk bersaing di tingkat provinsi.
“Potensi itu sudah ada atlet kita lokal semua. Kita sepakat dengan pak wabup, kira harus juara, optimis,” ucapnya.
Dalam rangka mempersiapkan skuad terbaik, PSSI Bangka Barat telah melakukan penjaringan pemain melalui seleksi terbuka di enam kecamatan.
Dari proses tersebut, pihaknya berhasil mengumpulkan sebanyak 45 pemain yang nantinya akan kembali diseleksi untuk membentuk tim inti.
“Kita sudah melaksanakan seleksi, kita sudah dapat 45 orangg. Nanti diciut kan lagi menjadi 23 orang,” katanya.
Allani menambahkan, program pemusatan latihan atau Training Center (TC) dijadwalkan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri. Tahap awal latihan akan dilakukan secara lokal sambil menunggu penunjukan pelatih kepala yang akan menangani tim secara penuh.

















