BANGKA BARAT – Pemerintah melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial Wilayah Sumatera Selatan memastikan penyaluran bantuan sosial bagi enam warga di Kabupaten Bangka Barat pada Juni 2026. Program ini difokuskan bagi eks penyalahguna Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) yang telah menyelesaikan proses rehabilitasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam mendorong pemulihan sosial sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi para mantan pengguna narkoba agar tidak kembali terjerumus.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Bangka Barat, Achmad Nursyandi, mengatakan keenam penerima bantuan itu merupakan hasil asesmen yang telah dilakukan oleh Kementerian Sosial.
“Dari hasil asesmen, ada enam orang yang sebelumnya mengonsumsi narkoba dan kini telah menyelesaikan rehabilitasi medis maupun rehabilitasi penyalahgunaan narkotika,” ujar Achmad saat dikonfirmasi pada Rabu, 15 April 2026.
Ia menjelaskan, setelah melalui tahap rehabilitasi medis, pemerintah daerah melalui Dinsos PMD melanjutkan proses pemulihan melalui rehabilitasi sosial. Pendekatan ini dilakukan sebagai langkah lanjutan agar para penerima manfaat dapat beradaptasi kembali di tengah masyarakat.
Menurutnya, hasil asesmen menunjukkan kondisi penerima manfaat yang beragam. Sebagian di antaranya telah memiliki usaha kecil yang berpotensi untuk dikembangkan.
“Ada yang dari mereka (mantan konsumen narkoba) yang berwirausaha. Sehingga bantuan yang diberikan nantinya diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha mereka,” katanya.
Selain itu, terdapat pula penerima manfaat yang mengalami gangguan kejiwaan. Untuk kelompok ini, bantuan akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar agar mereka dapat menjalani kehidupan secara layak.
“Dari hasil assesment kita ada yang mengalami gangguan kejiwaan. Jadi kita bantu dengan hidup layak,” tukasnya.
Program bantuan ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi para eks pengguna narkoba di Bangka Barat untuk bangkit, mandiri, serta berkontribusi positif di lingkungan sosialnya.















