IMG-20251223-WA0179
Bangka Barat

3 Nelayan Selamat dari Insiden Kapal Karam, Ini Imbauan Kapolsek Jebus

33
×

3 Nelayan Selamat dari Insiden Kapal Karam, Ini Imbauan Kapolsek Jebus

Sebarkan artikel ini
Proses evakuasi 3 nelayan di Bangka Barat. Foto: Istimewa
Proses evakuasi 3 nelayan di Bangka Barat. Foto: Istimewa

BANGKA BARAT – Aparat kepolisian mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan di Kecamatan Jebus dan Parittiga agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut, menyusul cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah perairan tersebut.

Imbauan ini disampaikan setelah insiden kapal karam yang menimpa tiga nelayan di Perairan Bembang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, pada Selasa (30/12/2025) kemarin.

Peristiwa tersebut terjadi ketika kapal yang ditumpangi tiga nelayan tidak mampu menghadapi gelombang tinggi dan cuaca buruk. Beruntung, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan bersama masyarakat nelayan setempat.

Kapolsek Jebus, AKP Ogan Arif, mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan, agar lebih berhati-hati sebelum melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan dan lebih berhati-hati jika hendak pergi melaut. Saat ini cuaca sedang tidak baik-baik saja, khususnya di wilayah perairan kita,” katanya, Selasa (31/12/2025).

Ia menambahkan, keselamatan harus menjadi prioritas utama dan meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dinilai berisiko.

“Persiapkan alat keselamatan diri sebelum berlayar, serta cek dan ricek kembali alat dan prasarana yang digunakan. Karena kesiapan nelayan jadi salah satu faktor penentu,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, ketiga nelayan masing-masing bernama Afan (48), warga Dusun Kimjung Desa Puput Kecamatan Parittiga; Marhan (45), warga Dusun Kedondong Desa Tumbak Petar Kecamatan Jebus; serta Agus (35), warga Dusun Ketayu Desa Ketap.

Mereka berangkat melaut sejak pagi hari untuk memasang rompong dan memancing sebelum akhirnya mengalami musibah di tengah laut.

Kapal yang ditumpangi korban diduga karam akibat cuaca ekstrem disertai ombak besar, sehingga tidak mampu bertahan dan sempat hanyut hingga mendekati Pulau Kemuja.

 

error: