<
BALEHO marhaban ya ramahdan 2026 ( 4 x 6)
BALEHO IMLEK 2026 ( 4 X 6)
Bangka Barat

Stafsus Kemenkop Sebut KDMP Jadi Kunci Ekonomi Hijau dan Pengelolaan Sampah di Babar

×

Stafsus Kemenkop Sebut KDMP Jadi Kunci Ekonomi Hijau dan Pengelolaan Sampah di Babar

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 di Kabupaten Bangka Barat berlangsung dengan nuansa berbeda dan lebih berorientasi pada solusi ekonomi berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar di kawasan Wisata Edukasi Kulong Cepakek, Desa Air Limau, Mentok, Jumat (13/2/2026) tersebut menyoroti penguatan peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi hijau berbasis pengelolaan sampah masyarakat.

APPLY
Sorotan Bangka - Terdepan Menyorot Fakta.
Scroll kebawah untuk lihat konten

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi kepedulian lingkungan, tetapi juga diisi dengan kunjungan langsung ke gerai koperasi desa yang telah berkolaborasi dengan bank sampah. Konsep “Sampah Berwujud Emas” diangkat sebagai pendekatan baru yang mengedepankan nilai ekonomi dari limbah rumah tangga melalui sistem tabungan dan konversi saldo kebutuhan pokok.

Selain dialog ekonomi hijau, agenda utama mencakup peninjauan operasional koperasi desa serta edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan bagi warga sekitar.

Staf Khusus Kementerian Koperasi Merah Putih RI, Ambar Pratiwiningrum, mengatakan, koperasi desa memiliki posisi strategis dalam menghubungkan isu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut koperasi mampu menjadi simpul ekonomi baru yang berbasis partisipasi warga.

“Kunjungan ke Gerai Koperasi Desa Merah Putih sangat relevan dengan semangat Hari Peduli Sampah Nasional, karena koperasi bisa menjadi pusat penggerak ekonomi hijau melalui kolaborasi dengan bank sampah. Di sinilah masyarakat melihat bahwa sampah bukan lagi masalah, tetapi peluang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis potensi lokal dalam pengembangan koperasi. Menurutnya, setiap desa memiliki keunggulan berbeda yang perlu digali agar program ekonomi benar-benar tepat sasaran.

“Setiap desa punya karakteristik dan kekayaan alamnya sendiri. Peran koperasi adalah mengelola potensi itu agar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi warga. Desa Air Limau, misalnya, punya potensi wisata edukasi yang sangat kuat untuk dikembangkan bersama koperasi,” tambahnya.

error: