BANGKA BARAT – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan atas nama Adnan yang dilaporkan hilang di perairan Mentok terus dilakukan oleh tim gabungan. Sejak laporan diterima, aparat kepolisian perairan bersama Basarnas dan masyarakat nelayan bergerak menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban beraktivitas.
Peristiwa hilangnya nelayan tersebut menimbulkan kekhawatiran keluarga dan rekan sesama nelayan. Korban diketahui berangkat melaut seperti biasa, namun hingga waktu yang seharusnya kembali, korban tidak kunjung tiba di pondok nelayan.
Kasat Polairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono, menyampaikan pencarian intensif dilakukan pada Sabtu, (10/1/2026), mulai pukul 13.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satpolairud Polres Bangka Barat, Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, serta dibantu nelayan setempat, bertolak dari Pelabuhan Limbung.
Penyisiran dilakukan ke sejumlah titik, mulai dari Karang Berang-berang hingga Karang Pedrik.
Meski telah dilakukan penyusuran laut, hingga sore hari tim belum menemukan keberadaan korban maupun perahu yang digunakan. Pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan nelayan sekitar yang memahami karakter perairan Mentok.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan pencarian bersama tim gabungan. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas, dan pencarian akan dilanjutkan kembali esok hari dengan area penyisiran yang diperluas,” kata Iptu Yudi Lasmono.
Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau perahu di sekitar perairan Mentok.
Hal senada disampaikan Komandan Pos SAR Unit Mentok, Fajar Permana. Ia mengatakan tim gabungan memastikan proses pencarian akan terus dioptimalkan hingga korban ditemukan.
“Sementara malam ini akan dilakukan kembali pemantauan. Dan Minggu besok kami akan turun kembali,” ujar Fajar.
Diketahui, korban bernama M. Adnan Sahid (67), warga Gang Wanapura, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok. Korban dilaporkan pergi melaut pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB untuk menjaring ikan menggunakan perahu pancung bermesin 15 PK.














