Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rapat dengar pendapat akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk pengawasan dan evaluasi kebijakan. Upaya tersebut juga akan menyentuh sektor pendidikan dengan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses belajar mengajar.
“Terus kita lakukan secara maraton bagaimana mestinya kita melakukan penanganan, termasuk kebijakan-kebijakan yang mestinya keluar dari pemerintah daerah. Termasuk kaitannya dengan proses belajar mengajar, yang kita akan kaitkan dengan kearifan lokal,” jelasnya.
Namun demikian, tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran dalam mendukung program penanganan dan pencegahan. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian agar upaya yang dilakukan bisa berjalan maksimal.
“Dengan keterbatasan ini kita berharap kasus-kasus ini, tidak terus meningkat kualitas maupun kuantitasnya. Target kita tentang keterbatasan ini, mari sama-sama kita jalani dengan maksimal,” ungkapnya.















