“Semangat kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Pertumbuhan tidak boleh hanya terlihat dalam laporan statistik, tetapi harus benar-benar dirasakan sampai ke rumah-rumah masyarakat,” tegasnya.
Timah Harus Beri Manfaat Lebih Besar
Edi menilai perkembangan ekonomi Bangka Belitung masih memiliki keterkaitan erat dengan kekayaan sumber daya alam, khususnya komoditas timah.
Ia menyebut karakteristik pertambangan timah memberikan peluang bagi masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan sejumlah komoditas mineral lain yang membutuhkan teknologi lebih kompleks, investasi besar, dan modal tinggi.
“Timah memberikan ruang yang relatif lebih luas bagi masyarakat untuk ikut bekerja dan berusaha. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara legal, tertib, aman, bertanggung jawab, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.
Karena itu, Edi meminta PT Timah Tbk dan seluruh pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) timah membuka ruang kemitraan yang lebih adil bagi masyarakat.
Menurutnya, aspek keadilan tersebut salah satunya harus tercermin dari harga pembelian bijih timah yang layak, transparan, dan sesuai dengan nilai keekonomian komoditas.
“Di belakang setiap mitra penambangan terdapat para pekerja dan keluarga masyarakat Bangka Belitung yang menggantungkan kehidupannya pada sektor ini. Jangan sampai keuntungan hanya terkonsentrasi pada perusahaan atau mata rantai tertentu, sedangkan masyarakat yang bekerja langsung di lapangan menerima bagian yang tidak sebanding,” tegasnya.
Edi menekankan bahwa semangat kemerdekaan seharusnya diterjemahkan dalam kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat daerah.
Ia berharap perbaikan pertumbuhan ekonomi Babel dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Menurutnya, kekayaan alam Bangka Belitung harus menjadi kekuatan ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat yang proporsional bagi masyarakat yang hidup dan bekerja di wilayah penghasil.
















