Peribahasa ini juga menyiratkan nasihat agar masyarakat lebih disiplin dalam mengatur keuangan. Mengendalikan pengeluaran menjadi langkah awal yang penting. Pencatatan keuangan membantu mengetahui ke mana uang dibelanjakan setiap bulan.
Pengeluaran untuk kebutuhan pokok perlu diutamakan, sementara belanja yang bersifat konsumtif dapat dikurangi. Perubahan kebiasaan sederhana, seperti membawa bekal atau menunda pembelian barang tertentu, dapat memberi dampak besar dalam jangka panjang.
Selain itu, memperkuat sumber penghasilan juga menjadi bagian dari solusi. Meningkatkan keterampilan, mencari pekerjaan tambahan, atau memulai usaha kecil dapat membantu menambah pemasukan. Langkah ini memberikan ruang lebih aman dalam pengelolaan keuangan.
Sebagian pendapatan sebaiknya disisihkan untuk tabungan atau investasi. Dana cadangan sangat penting untuk menghadapi kondisi darurat seperti sakit atau kebutuhan mendesak lainnya. Dengan begitu, seseorang tidak mudah terguncang secara finansial.
Pada akhirnya, peribahasa besar pasak daripada tiang menjadi pengingat bahwa hidup sesuai kemampuan adalah kunci kestabilan keuangan. Mengendalikan gengsi, menghindari FOMO, dan memprioritaskan kebutuhan nyata akan membantu menjaga keuangan tetap sehat dan berkelanjutan.
Sumber: RRI.co.id/ Adam M.














