Upaya pengentasan kemiskinan juga menunjukkan hasil signifikan. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 5 persen, menjadikan Bangka Belitung sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah secara nasional.
Penurunan pengangguran terbuka, peningkatan usia harapan hidup, serta rata-rata lama sekolah turut memperkuat capaian tersebut.
Gubernur juga memaparkan kondisi dan tantangan pembangunan di masing-masing daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan. Ia meminta setiap kepala daerah fokus pada isu strategis sesuai karakteristik wilayahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Belitung mendapat apresiasi khusus atas capaian kinerja pembangunan sepanjang 2025. Gubernur berharap prestasi tersebut dapat menjadi contoh dan motivasi bagi daerah lain di Bangka Belitung.
Dukungan terhadap sinergi pembangunan juga disampaikan perwakilan instansi vertikal yang menilai kinerja pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran dan penyaluran transfer ke daerah menunjukkan hasil yang positif dan kondusif bagi percepatan pembangunan.
Selain evaluasi dan penyusunan langkah strategis, rapat koordinasi ini turut dirangkai dengan peluncuran logo dan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VII Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. Maskot “Bang Tilin” diharapkan menjadi simbol semangat persatuan dan sportivitas dalam menyukseskan ajang olahraga daerah tersebut.
Sebagai penutup, para bupati dan wali kota se-Bangka Belitung menandatangani berita acara hasil rapat koordinasi yang memuat komitmen bersama untuk memperkuat sinergi pembangunan, mendukung program prioritas nasional, meningkatkan layanan dasar, serta mengoptimalkan potensi daerah di tengah tantangan fiskal tahun 2026.
Pemerintah Provinsi optimistis, melalui kebersamaan dan kolaborasi lintas daerah, pembangunan Bangka Belitung akan berjalan lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan.














