BANGKA BELITUNG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) kembali memperkuat langkah transformasi ekonomi daerah dengan menggandeng Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) yang menitikberatkan pada pengembangan komoditas unggulan daerah berbasis riset dan inovasi.
Kerja sama strategis antara Pemprov Babel dan UGM tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi produk lokal seperti aren, kakao, gaharu, dan minyak atsiri. Selain itu, kemitraan ini juga diarahkan untuk memperkuat koperasi dan UMKM agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing di pasar yang lebih luas.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa kerja sama dengan UGM bukan sekadar formalitas administratif, tetapi merupakan langkah nyata untuk menghadirkan dukungan akademik dalam pembangunan daerah.
“Kerja sama dengan UGM bukan hanya bersifat administratif, tetapi merupakan langkah nyata menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, teknologi, dan pendampingan akademik dalam pembangunan daerah,” ujar Hidayat Arsani.
Menurutnya, Pemprov Babel berharap sinergi ini dapat melahirkan inovasi baru, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mempercepat transformasi ekonomi Bangka Belitung menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan kompetitif.
Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan komoditas aren dari hulu hingga hilir. Komoditas tersebut dinilai memiliki potensi besar dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Selama ini, aren telah dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan baku gula aren, gula semut, nira, dan berbagai produk turunan lainnya. Namun, pengembangannya masih memerlukan pendekatan yang lebih terstruktur, mulai dari pembibitan, budidaya, penguatan kelembagaan petani, standardisasi produksi, pengolahan pascapanen, inovasi produk, pengemasan, sertifikasi, hingga perluasan akses pasar.
Selain aren, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah fakultas di UGM. Program tersebut meliputi pengembangan kakao dan cokelat bersama Fakultas Teknologi Pertanian UGM, serta pengembangan minyak atsiri dari tanaman sapu-sapu dan gaharu bersama Fakultas MIPA UGM.














