Opini

Meretas Jalan Terjal Indonesia Emas

77
×

Meretas Jalan Terjal Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini
Ratusan masyarakat antusias mendapatkan sejumlah bahan pokok murah dalam operasi pasar, di Lapangan Gelora, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (22/02/2024) pagi.
Ratusan masyarakat antusias mendapatkan sejumlah bahan pokok murah dalam operasi pasar, di Lapangan Gelora, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, pada Kamis (22/02/2024) pagi.

Di Asia Tenggara saja kita masih jauh dari capaian negeri terkecil Singapura (0,95) dan Brunei Darussalam (0,82). Negeri jiran Malaysia pun cukup tinggi di posisi ketiga (0,81), disusul Thailand (0,80), Vietnam (0,73), dan Indonesia (0,71).

Tanpa SDM yang berkualitas dan kompetitif, bonus demografi kita bisa menjadi boomerang. Kegagalan itu bisa berupa tingginya pengangguran, ketimpangan sosial dan ekonomi (rasio gini), dan beragam masalah pelik lainnya.

Kini di tahun 2025 IPM Indonesia sudah mencapai 75,90 (kategori tinggi), naik 0,88 poin dari 75,02 di 2024. Capaian itu didorong peningkatan umur harapan hidup, pendidikan, dan pengeluaran. Komponen utama peningkatan itu adalah naiknya Umur Harapan Hidup (UHH) menjadi  74,4 tahun, Harapan Lama Sekolah (HLS): 13,3 tahun, Rata-rata Lama Sekolah (RLS): 9 tahun, dan Pengeluaran Riil Per Kapita: Rp 12.802.000 per tahun.

Meski sudah jauh meningkat, posisi Indonesia di Asean masih bertahan di peringkat 6 di bawah  Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Di bawah Indonesia terdapat Filipina, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste. Skor Indonesia ternyata juga masih rendah dibanding rata-rata global yang nilainya 0,739, sehingga kita masuk peringkat ke-112 dari 193 negara dunia.

Kita juga masih menghadapi kesenjangan antarprovinsi tertinggi dan terendah yang sangat jauh. Di satu sisi, DKI Jakarta memimpin dengan IPM tertinggi 85,05, yang digolongkan “sangat tinggi”.

Di sisi lain, Provinsi Papua Pegunungan mencatatkan IPM terendah dengan skor 54,91, masih berada dalam kategori “rendah”. Perbedaan lebih dari 30 poin mencerminkan ketimpangan itu. Akibatnya Papua Pegunungan berdiri sendiri sebagai satu-satunya provinsi yang masih berada di kategori rendah.

Sumber BPS juga mencatat rata-rata orang dewasa hanya lulusan SMP. Bila dihadapkan pada Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) pada tahun 2025 naik menjadi 13,3, artinya seorang anak berusia 7 tahun saat ini memiliki harapan pendidikan hingga jenjang Diploma 1 (D1). Namun realitasnya masih jauh, karena rata Lama Sekolah penduduk berusia 25 tahun baru mencapai 9,07 tahun atau setara dengan SMP.

Opini

Di tengah tekanan ekonomi dan naiknya kebutuhan hidup, persoalan pengelolaan keuangan kembali menjadi perhatian. Banyak orang

error: