Bangka Barat

Pencarian Hari Keempat, Adnan Belum Ditemukan Tim Gabungan

24
×

Pencarian Hari Keempat, Adnan Belum Ditemukan Tim Gabungan

Sebarkan artikel ini
Pencarian nelayan atas nama Adnan. Foto: Istimewa.
Pencarian nelayan atas nama Adnan. Foto: Istimewa.

BANGKA BARAT – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan asal Kelurahan Keranggan, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, yang dilaporkan hilang di laut terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Hingga hari keempat operasi pencarian, korban bernama M. Adnan Sahid (67) belum juga ditemukan.

Operasi pencarian yang berlangsung sejak pagi hari melibatkan berbagai unsur SAR dengan menyisir perairan Karang Berang-berang, lokasi terakhir korban diduga mengalami kecelakaan kapal nelayan dan hilang kontak. Meski cuaca relatif mendukung, hasil pencarian sementara masih nihil.

Komandan Pos SAR Unit Mentok, Fajar Permana, menjelaskan bahwa pencarian pada Senin (12/1/2026) dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan apel dan briefing seluruh personel. Tim SAR Gabungan kemudian melakukan penyisiran sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan menggunakan pola parallel search pattern di dua sektor pencarian.

“Area pencarian dibagi menjadi dua sektor dengan total luas sekitar 60 nautical mile persegi. Unsur laut dikerahkan secara maksimal, termasuk RIB dan kapal nelayan, untuk memperluas jangkauan pencarian,” ujar Fajar Permana.

Korban diketahui bernama lengkap M. Adnan Sahid, seorang nelayan berusia 67 tahun, warga Gang Wanapura, Kelurahan Keranggan, Mentok. Saat kejadian, korban menggunakan perahu kayu berwarna kuning abu-abu dengan panjang sekitar 5 hingga 6 meter.

Kondisi cuaca saat operasi pencarian berlangsung terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 10 knot dari arah barat laut serta tinggi gelombang mencapai 0,8 meter. Meski demikian, faktor cuaca belum menjadi kendala signifikan bagi tim di lapangan.

Dalam operasi ini, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya rescuer USS Mentok, TNI AL, Polairud Polres Bangka Barat, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, BPBD Bangka Barat, aparat desa, relawan, nelayan setempat, hingga pihak keluarga korban.

Sejumlah sarana pendukung seperti RIB, kapal nelayan, peralatan komunikasi, dan perlengkapan medis turut dikerahkan.

Sesuai rencana evakuasi, apabila korban ditemukan, maka akan segera dibawa ke RS Bakti Timah Mentok untuk penanganan lebih lanjut.

error: